9 Juli 2025 — Belum hilang sorotan tajam publik terhadap pungutan jutaan rupiah dari desa-desa untuk lomba bulutangkis, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Soppeng kembali bikin heboh. Kali ini, mereka
dikabarkan bakal “pesta” lagi lewat agenda bimbingan teknis (Bimtek) mewah di Hotel Almadera, Makassar, Jumat pekan ini.
Informasi rencana Bimtek ini diungkap sendiri oleh sejumlah kepala desa kepada awak media, meski mereka mengaku belum diberi tahu secara rinci soal besaran biaya yang akan dibebankan.
"Iye, ada kegiatan lagi hari Jumat di Hotel Almadera Makassar. Kegiatannya dari Apdesi Soppeng, tapi untuk biayanya kami belum tahu pasti," ujar salah satu kepala desa dengan nada enggan, Rabu (9/7/2025).
Kegiatan ini kontan memicu kemarahan warga. Publik menilai, Bimtek semacam ini hanya menjadi ajang menghamburkan uang rakyat, yang manfaatnya tidak pernah dirasakan masyarakat desa. Apalagi, Wakil Bupati Soppeng sudah lebih dulu mengimbau agar kegiatan seremonial yang tidak mendesak dihentikan demi efisiensi anggaran.
Alih-alih patuh pada arahan pimpinan daerah, Apdesi malah dianggap sengaja melawan arus, tetap menggelar acara yang diduga hanya menguntungkan segelintir orang.
Ini jelas-jelas pemborosan. Sementara rakyat di desa butuh air bersih, jalan bagus, layanan kesehatan, mereka malah sibuk plesiran pakai alasan Bimtek Ini keterlaluan.
Desakan agar Inspektorat Soppeng segera turun tangan untuk mengaudit seluruh kegiatan Apdesi pun semakin kencang terdengar. Publik juga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menyelidiki kemungkinan adanya penyalahgunaan dana desa, dugaan markup anggaran, dan pelanggaran aturan dalam kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan mereka gelar.
Kegeraman publik ini mempertegas tuntutan agar pengelolaan dana desa lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Warga berharap setiap rupiah yang dikumpulkan dari desa benar-benar dipakai untuk pembangunan nyata, bukan untuk “wisata berkedok Bimtek” seperti yang selama ini dicurigai.
Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Apdesi Soppeng mengenai rencana Bimtek di Makassar, biaya yang dipungut, dan urgensi kegiatan tersebut bagi masyarakat desa.
“Rakyat sudah muak! Kalau tak bisa jaga amanah, lebih baik mundur,” tegas seorang aktivis muda yang ikut menyuarakan keresahan masyarakat.
Editor : Fajri